KOLABORAKSI 2026 Dorong Tata Kelola Keuangan dan Pengembangan Unit Bisnis Berbasis Masyarakat Adat

Berap, Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, 10 Juli 2026 – Program KOLABORAKSI kembali menghadirkan ruang pembelajaran kolaboratif melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari, pada 9–10 Juli 2026, bertempat di Yombe Namblong Ecotourism, Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua dalam aspek tata kelola keuangan, pengelolaan aset, kewirausahaan berbasis masyarakat adat, serta literasi keuangan sebagai fondasi pengembangan unit bisnis yang berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan dari Direktur Operasional PT Yombe Namblong Nggua, Yusuf Kasmando, dan Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Cenderawasih, Cornelia D. Matani. Dalam sambutannya, kedua narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat adat dalam memperkuat kapasitas pengelolaan usaha berbasis potensi lokal agar mampu tumbuh secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Pada hari pertama, peserta yang merupakan perwakilan dari setiap unit bisnis PT Yombe Namblong Nggua mengikuti sesi Pengantar Tata Kelola Keuangan dan Pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya penyusunan SOP sebagai pedoman operasional untuk menciptakan tata kelola usaha yang efektif, akuntabel, dan konsisten.

Usai penyampaian materi, peserta mengikuti sesi workshop penyusunan SOP sesuai karakteristik masing-masing unit bisnis, yaitu Eco Wisata, Vanila Organik, Kehutanan, Peternakan, Pertanian, dan Perikanan. Melalui pendampingan langsung dari tim fasilitator, setiap kelompok menyusun rancangan SOP yang diharapkan dapat menjadi acuan operasional dalam menjalankan aktivitas bisnis di masing-masing unit.

Sesi berikutnya membahas Pengantar Valuasi Aset, yang dilanjutkan dengan penerapan konsep aset agrikultur dan aset biologis dalam penyusunan laporan keuangan BUMMA. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pengelompokan serta penilaian aset secara tepat agar laporan keuangan mampu menggambarkan kondisi usaha secara akurat dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Memasuki hari kedua, peserta memperoleh materi mengenai Kewirausahaan Berbasis Potensi Masyarakat Adat sekaligus diperkenalkan pada penyusunan NOKEN Framework Model Canvas, sebuah kerangka perencanaan model bisnis yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi setiap unit usaha BUMMA. Melalui sesi ini, peserta diajak menyusun strategi pengembangan usaha yang berorientasi pada nilai ekonomi sekaligus tetap menjaga kearifan lokal.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi Literasi Keuangan, yang membahas praktik pencatatan keuangan sederhana, penyusunan buku kas, hingga dokumentasi transaksi. Pada kesempatan tersebut, Cornelia D. Matani menegaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi.

Sebagai bentuk implementasi materi, peserta melakukan praktik penyusunan pencatatan keuangan sederhana sesuai kondisi unit bisnis masing-masing dan mempresentasikan hasilnya di hadapan peserta lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus evaluasi untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima.

Menjelang penutupan kegiatan, seluruh peserta menyampaikan refleksi atas pembelajaran yang diperoleh serta memberikan masukan terhadap materi, narasumber, dan penyelenggaraan kegiatan selama dua hari pelatihan berlangsung. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan program pada kegiatan berikutnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta, panitia menyerahkan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta. Sebaliknya, pihak PT Yombe Namblong Nggua memberikan Noken sebagai simbol penghargaan dan ucapan terima kasih kepada penyelenggara atas kolaborasi yang telah terjalin.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement sebagai komitmen bersama dalam mengimplementasikan hasil pelatihan di lingkungan PT Yombe Namblong Nggua. Dokumen Implementation Agreement tersebut diserahkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Dr. Otniel Safkaur, S.E., M.Si., CMA, CTA, CRA, CRP, Cert.DA, sebagai wujud dukungan institusi terhadap penguatan tata kelola dan pengembangan unit bisnis masyarakat adat.

Melalui kegiatan KOLABORAKSI ini diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh dalam pengelolaan setiap unit bisnis BUMMA sehingga tercipta tata kelola usaha yang lebih profesional, transparan, akuntabel, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat adat secara berkelanjutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antara Universitas Cenderawasih dan PT Yombe Namblong Nggua.